Ruli Hidayat

Photo Profile Ruli Hidayat
Pria kelahiran Jakarta 29 Januari 1971 ini tinggal bersama isteri dan kelima anaknya di kota Bandung. Sejak SMA dunia musik sudah menjadi pusat perhatiannya, ia dan teman-temannya mendirikan band Triangle dan sudah berani tampil membawakan karya-karya sendiri saat itu. Dekade 90an Ruli asik nge-gig top40an di panggung-panggung, cafe dan clubs bersama band Sidewalk dan The Free Next, lalu sempat melempar single Bayang-bayang (1997) ke pasar musik Indonesia secara Indie ditengah berjayanya superioritas label-label major saat itu bersama Ari Firman dan kawan mereka Erwin dibawah nama trio ARE. Ruli bahkan sempat nyambi menjadi club DJ era piringan hitam ketika kuliah bisnis di kota Melbourne. Energi kreatif dan ketertarikannya di dunia showbiz membuat Ruli juga aktif di Wanna Be Impresario dan mendirikan Yukitanari Company sebuah perusahaan entertainment organizer.
Pasca kuliah, Ruli lama vakum dari dunia musik dan showbiz karena sibuk belajar mengembangkan bisnis dan terjun kedalam dunia usaha (enterpreneurship). Namun musik rupanya sudah menyatu dalam darahnya, hingga akhirnya Ruli kembali menulis lagu dan berkiprah di solo project dan melahirkan karya-karya singlenya seperti Nyatain Song (2007), Bersimpuh (2008), I Need To Know (2009) Will You Marry Me (2012), When God Is Calling You (2013) dan lain-lain.
Kini Ruli kembali menuliskan sebuah karya terbarunya; Matikan TVnya Baby! yang juga merupakan debut dari band Siropleci ini. “Lagu ini baru asik kalo dibawain secara ngeband, bukan solo, dan setelah berdiskusi dengan Ari, akhirnya kita sepakat untuk bikin lagi project band, maka erbentuklah band ini”  ujar Ruli menerangkan asal muasal lahirnya band SIROPLECI. Banyak yang bertanya, kenapa menamainya dengan Siropleci? “Ya sirup leci itu kan enak, dinikmatin gitu aja enak, dinikmati sebagai cocktail juga enak, dihidangin kapan aja juga enak, sebagai bahan buat diimprovisasi juga nikmat!” ujarnya berseloroh sambil tertawa.
Obsesi Ruli yang lain selain kiprahnya di dunia enterpreneur dan musik, ia bermimpi ingin membawa terbang budaya dan seni Indonesia ke kancah dunia, “Gue juga tertarik dengan politik bukan pengen menjadi penguasa tapi gue pengen banget memperjuangkan Indonesia agar setara dengan bangsa lain lewat segala kepribadian dan kearifan seni dan budayanya.”  ujar pria yang hobi traveling ini menutup perbincangan.

© 2017. Allrights reserved

Please publish modules in offcanvas position.